Hong Kong - Macau Trip Day 7 : Ziarah di Kota Judi Part 2




Hari kedua di Macau kami mulai sepagi mungkin. Lokasi menginap yang dekat dengan Ruin of St. Paul memudahkan kami dalam mencapai tujuan, yaitu gereja dan tempat wisata di sekitar Ruin of St. Paul. Hari ini memang kami tidak akan fokus pada gereja saja, tetapi beberapa lokasi wisata yang sudah dikenal di Macau.


1. Cathedral




Gereja Katedral Macau memiliki sejarah yang cukup  panjang. Gereja ini pertama kali dibangun pada tahun 1576. Pada awal pembangunan gereja hanya berupa bangunan kayu yang kecil. Pada tahun 1849 umat Katolik lokal mengumpulkan dana untuk merenovasi bangunan gereja hingga menjadi besar seperti yang ada sekarang ini. Sekitar 24 tahun setelah katedral direnovasi, badai topan merusak bangunan gereja sehingga gereja direnovasi kembali pada tahun 1937.
Gereja yang berada di Rua de S.Domingos ini bukanlah gereja terbesar yang ada di Macau, tetapi merupakan salah satu yang termegah.

Gereja Katedral
Interior Gereja Katedral

Wadah lilin ditempel kertas yang berisi doa atau permohonan

2. St. Dominic Church

Gereja St.Dominic merupakan gereja yang paling dikenal oleh turis di Macau. Hal ini karena lokasinya yang sangat dekat dengan salah satu bangunan simbol kota Macau, Ruin of St.Paul, sehingga hampir setiap turis yang mengunjungi Ruin of St.Paul juga akan mengunjungi gereja ini. 

Seperti gereja lainnya di Macau, pada awalnya gereja ini dibangun dengan menggunakan kayu, dan dibangun kembali menjadi bangunan batu pada tahun 1828.

Gereja St. Dominic

Altar Gereja St.Dominic
Di Gereja ini terdapat museum yang menyimpan artefak "Treasure of Sacred Art", yang terdiri dari benda-benda peninggalan misionaris di masa lampau. Pintu masuk museum ada di samping Gereja. Museum terdiri dari 4 lantai yang harus dicapai dengan tangga kayu.
Setiap lantai menampilkan benda-benda yang berbeda, seperti patung para misionaris, patung orang kudus, perlengkapan misa, lukisan hingga busana yang digunakan oleh misionaris pada jaman dulu.


Tangga menuju Museum Treasure of Sacred Art

Patung St. Lucia menjadi salah satu benda yang ada di museum
 
Perhiasan yang dipamerkan di museum


3.  St. Anthony Church




Gereja yang dibangun sebagai penghormatan kepada Santo Antonius Padua, Santo pelindung para pelaut dan nelayan, ini pertama kali dibangun pada tahun 1588 dengan menggunakan kayu dan bambu. Pada tahun 1638 Gereja direnovasi menggunakan batu. Model bangunan yang ada sekarang sendiri merupakan hasil renovasi  tahun 1930 dan 1950.

Gereja St. Anthony
Interior Gereja St. Anthony
 
Patung St. Antonius Padua (tengah)

4. Ruin of St Paul



Setiap orang yang datang ke Macau biasanya akan mampir ke sini karena bisa dikatakan inilah icon Macau. Yups.... Ruin of St Paul menjadi must visit place bagi turis di Macau.
Didirikan pada tahun 1602 dan selesai pada tahun 1640 oleh misionaris Jesuit (salah satu ordo Katolik), gereja ini merupakan salah satu gereja terbesar di Asia pada masanya.
Pada tahun 1835 badai yang menerjang Macau menyebabkan kebakaran dan menghancurkan gereja ini hingga meninggalkan satu bagian dinding saja seperti yang terlihat saat ini.

Di bagian belakang reruntuhan gereja terdapat museum yang memamerkan sisa fondasi gereja dan benda-benda peninggalan gereja yang berhasil diselamatkan dari kebakaran.


Foto Ruin of St. Paul dari masa ke masa

Sisa reruntuhan Gereja

Tidak jauh dari Ruin of St. Paul terdapat situs sejarah yang dinamakan The Old City Walls dan Na Tcha Temple. Selain itu juga terdapat Macau Museum yang berisi sejarah dari Macau. Saya tidak masuk ke museum ini karena ingin mengeksplor di bagian luar saja.





Na Tcha Temple

Cerita Legenda Na Tcha

Gerbang menuju Macau Museum

Macau Museum terletak di Monte Fortres yang merupakan bekas benteng pada masa penguasaan Portugis. Bila tidak masuk ke museum kita tetap bisa naik hingga puncak bukit di mana kita bisa melihat pemandangan Macau ke segala arah. 


Banyak meriam di bekas benteng ini

Salah satu pemandangan dari Monte Fortres

Tempat lain yang saya kunjungi di Macau adalah Macau Tower dan Venetian Resort, tapi hanya sebentar untuk sekedar mengetahui kedua tempat yang terkenal di kalangan turis. 





Sunset di Macau Tower
Sebagian besar lokasi wisata di Macau jaraknya berdekatan dan terjangkau dengan jalan kaki. Selama di Macau, saya memang lebih banyak berjalan kecuali saat menuju Macau Tower dan Venetian Resort yang lokasinya cukup jauh dari Ruin of St Paul.

Dua hari di Macau menurut sebagian orang merupakan waktu yang cukup lama untuk mengeksplor, tapi bagi saya sendiri masih kurang, karena saya belum sempat mengeksplor wilayah Coloane. Macau memillliki banyak sekali tempat wisata yang bisa dijelajahi terutama bagi pecinta sejarah dan bangunan kuno. Oleh karena itu saya berharap bisa kembali lagi ke sini dan menjelajahi daerah yang belum sempat saya datangi. Amin..... ^_^

Hong Kong - Macau Trip Day 6 : Ziarah di Kota Judi Part 1


Hari ini saatnya meninggalkan Hong Kong menuju Macau. Kami tidak terlalu terburu-buru untuk ke Macau karena akan menginap 2 malam di sana, sehingga kami pun memutuskan untuk menyeberang siang hari supaya bisa istirahat lebih lama sebelum ke Macau, apalagi selama di Hong Kong kami selalu jalan hingga tengah malam. 




Macau terkenal sebagai salah satu kota judi karena banyaknya kasino di negara ini. Tetapi dibalik itu, Macau juga dikenal sebagai negara dengan peninggalan sejarah yang masih terjaga dengan baik. Maka tidak heran bila bangunan kuno menjadi salah satu daya tarik utama di negara ini. Bahkan sebagian besar bangunan terdaftar dalam Bangunan Bersejarah yang dilindungi oleh UNESCO.

Sebagai negara yang pernah berada di bawah kekuasaan Portugis, pengaruhnya terlihat jelas dari arsitektur bangunan - bangunan yang ada di sini. Walaupun secara administratif Macau saat ini merupakan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok, tetapi berada di negara ini seperti sedang berada di Eropa. Bukan hanya bangunannya saja, bahkan masih banyak tulisan dalam bahasa Portugis yang digunakan, terutama untuk nama jalan.

Tujuan kami di Macau akan lebih banyak ke bangunan bersejarah terutama gereja. Pada saat saya mengetahui bahwa di Macau terdapat banyak gereja yang dibangun oleh pemerintah Portugis, saya memutuskan untuk traveling sekaligus ziarah gereja di kota judi ini. Portugis memang terkenal membawa pengaruh yang cukup kuat di bidang agama karena mereka biasanya turut serta membawa para misionaris  ke daerah-daerah jajahannya. Seperti di Macau ini yang terlihat dari banyaknya Gereja yang dibangun selama berada dalam kekuasaan Portugis.

Sebelum memulai perjalanan, kami menitipkan koper dan tas terlebih dahulu di Grand Lisboa. Lokasi ini kami pilih atas rekomendasi host Airbnb tempat kami menginap, selain tidak terlalu jauh dengan tempat menginap juga karena gratis. Rata-rata kasino di Macau memang menyediakan penitipan tas gratis yang bisa kita manfaatkan kapan saja. 


1. St. Augustine Church


Hari pertama ini gereja yang akan dikunjungi adalah yang menjauhi Ruin of St. Paul ke arah Macau Tower. Untuk mengunjungi gereja-gereja di Macau yang letaknya tersebar memang sebaiknya sudah tahu lokasi sehingga tidak sampai berputar-putar karena kebingungan, mengingat sebagian besar lokasi dikunjungi dengan berjalan kaki. Bisa kebayang kan kalau tidak tahu tujuan bakal jalan keliling tanpa arah. Saya sendiri sampai berjam-jam mantengin google maps sebelum berangkat ke Macau untuk menentukan gereja yang akan dikunjungi dan mengurutkan sesuai arah jalan supaya tidak bolak-balik (niat ya....).
 

Tujuan pertama ziarah adalah Gereja St. Augustine, yang terletak di St. Augustine Square. Dari Senado Square kami berjalan menuju St. Augustine Square. Bangunan dengan dominasi warna kuning ini pada awalnya dibangun oleh Spanyol pada tahun 1591 dan menjadi salah satu Gereja tertua di Macau. Tiga tahun kemudian Gereja ini diambil alih oleh pemerintah Portugis. Gedung yang saat ini berdiri sendiri merupakan hasil renovasi tahun 1814. 

Gereja St. Augustine masih digunakan untuk melaksanakan misa hingga sekarang. Bahkan Gereja ini masih menjalankan tradisi Prosesi Paskah setiap tahun yang diikuti oleh ribuan warga.

Gereja St. Augustine dibuka untuk umum dari jam 10.00 - 18.00, kecuali bila ada misa.

Gereja St. Augustine

Gereja St. Augustine tampak depan

Interior Gereja St. Augustine


Di dekat gereja ini terdapat Seminari St. Joseph dan Dom Pedro V Theatre, yang merupakan gedung pertunjukan dan masih digunakan sebagai salah satu tempat pertunjukan yang terkenal di Macau.

Dom Pedro V Theatre


2. St Lawrence Church



Gereja St. Lawrence pertama kali dibangun dari kayu pada tahun 1560 dan dibangun kembali dengan batu pada tahun 1801 - 1803. Bangunan Gereja yang ada saat ini sendiri merupakan hasil renovasi tahun 1846 (berapa kali renovasi ya?). 

Gereja yang dibangun oleh misionaris Jesuit ini bergaya neo-klasik dengan 2 menara, satu menara jam dan lainnya menara lonceng. Gereja ini dibangun untuk menghormati Santo Lawrence yang dibunuh oleh seorang Gubernur Roma karena menolong warga miskin. 

Gereja St. Lawrence menghadap ke laut dan pada jaman dulu keluarga nelayan Portugis biasa menunggu anggota keluarga mereka yang melaut di depan gereja ini sambil mendoakan keselamatan mereka. Oleh karena itu gereja ini disebut juga Feng Shung Tang atau Hall of The Wind atau Lorong Angin Penyejuk.

Gereja St. Lawrence dibuka untuk umum jam 07.00 - 21.00.


Gereja St. Lawrence tampak depan

Interior gereja St. Lawrence

Satu hal yang membuat saya kagum dengan Gereja ini adalah adanya penjualan suvenir berdasarkan kejujuran. Maksudnya kita boleh mengambil suvenir yang ada tetapi membayar dengan memasukkan uang sesuai harga suvenir (lebih juga boleh kok :)) ke dalam kotak yang telah disediakan. Mirip seperti kantin kejujuran dan tidak ada yang menjaga suvenir-suvenir tersebut.

Suvenir yang dijual bervariasi, mulai dari benda-benda rohani seperti rosario, salib, gantungan kunci hingga gelas. Harga suvenirnya juga cukup murah, seperti gelas yang dijual dengan harga MOP15 saja (tidak sampai 30ribu).
Penjualan suvenir sendiri sebenarnya sebagai bagian dari penggalangan dana untuk membantu biaya perawatan Gereja. Kalau kita menyumbang dan mendapatkan suvenir tentu akan lebih berkesan bukan? ^_^

Ambil suvenirnya lalu masukkan uang ke dalam kotak sebelah kanan


3. Chapel of Our Lady of Penha

Kapel Penha pertama kali dibangun oleh penumpang dan awak kapal yang lolos dari penangkapan oleh Belanda di puncak Penha Hill pada tahun 1622. Seiring berjalannya waktu, Kapel ini menjadi tempat para pelaut berziarah sebelum memulai pelayaran yang berbahaya.

Sesuai lokasinya, untuk mencapai ke kapel ini harus melewati jalan yang menanjak. Sempat bingung karena tidak banyak petunjuk menuju kapel ini, tetapi berkat bantuan salah satu warga Macau, kami bisa mencapai kapel ini. Tidak sia - sia kami berjalan lumayan jauh dan menanjak karena pemandangan dari kapel ini sangat bagus. Sebagian kota Macau bisa terlihat termasuk Macau Tower.

Chapel of Lady of Penha tampak depan

Menuju Penha Hill

Macau Tower terlihat jelas dari samping kapel

Pemandangan di depan kapel


4. Chapel of St.James

Kami sempat kebingungan saat mencari kapel ini karena lokasi kapel yang di luar dugaan. Sesuai dengan alamat yang tercantum di buku panduan, kami pun menuju ke Avenida de Republica (Republic Road) dengan berjalan kaki dari Penha Hill (sekitar 10 menit dengan  jalan yang menurun). Setelah sempat bertanya-tanya, kami pun sampai di jalan tersebut, tetapi kami kebingungan karena tidak menemukan adanya bangunan berbentuk gereja. Bangunan yang ada di alamat tersebut adalah sebuah hotel. Akhirnya kami pun bertanya kepada seorang pria yang berdiri di depan hotel tersebut, dan akhirnya kami pun tahu bahwa kapel tersebut berada di dalam hotel tersebut.

Kapel St. James ini memang berada di dalam benteng Fort Barra, yang dibangun pada tahun 1740. Saat ini benteng tersebut telah direnovasi dan menjadi bagian dari sebuah hotel bergaya Portugis yang dinamakan Pousada de Sao Tiago. Jadi kalau kita mau ke kapel ini kita harus masuk ke hotel tersebut lalu bilang saja sama pegawainya kalau mau ke kapel, maka akan ditunjukkan lokasi kapelnya.

Tangga masuk hotel

Kapel St. James dibangun di benteng ini karena St. James dipercaya sebagai pelindung para tentara. Makanya patung St. James yang ada di kapel ini menggunakan seragam perang jaman dulu lengkap dengan pedang dan perisainya. Kapel ini sendiri sangat kecil dan tidak banyak benda di dalamnya.

Kapel St. James yang kecil
Ornament di dinding kapel

Ornament dinding kapel
Pintu hotel dilihat dari atas





Oya karena lokasi yang berada di dalam benteng dan menjadi bagian dari Pousada de Sao Tiago, kapel ini cukup bagus dijadikan tempat berfoto. Apalagi berdasarkan informasi yang saya baca, kapel ini juga sering menjadi lokasi pernikahan. Kalau penasaran bisa lihat web
hotelnya di sini.


Dari Chapel of St. James sebenarnya kami ingin langsung menuju ke Macau Tower, tetapi karena hujan akhirnya kami memutuskan untuk menuju tempat menginap.
Jadi kami memutuskan untuk mencari makan dan menuju tempat menginap untuk beristirahat. Harus mengumpulkan tenaga karena besok juga akan berjalan cukup jauh nih...

Hong Kong - Macau Trip day 5 : Keunikan dan Keindahan Central






Hari ini adalah hari terakhir kami bisa menikmati Hong Kong karena besok sudah akan menyeberang ke Macau. Tujuan hari ini adalah daerah Central yang akan berakhir di The Peak.

Untuk menuju daerah Central kami kembali mencoba transportasi umum yang berbeda, yaitu Star Ferry.  Kami menggunakan Star Ferry untuk menyeberang ke Pulau Hong Kong supaya bisa melihat pemandangan kota Hong Kong dari atas kapal (kalau naik MTR gak kelihatan karena lewat bawah laut).

Pulau Hong Kong yang berkabut

Central Pier

IFC Mall

Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Star Ferry Central menuju IFC Mall melewati The Hong Kong Observation Wheel (HKOW) yang berada tidak jauh dari pelabuhan. Ada jembatan yang menghubungkan pelabuhan dengan IFC Mall ini sehingga kami hanya mengikuti arus orang-orang yang berjalan untuk sampai di sana. Tempat ini menjadi tujuan pertama kami untuk mencari sarapan sekaligus makan siang.

IFC Mall merupakan bagian dari kompleks International Finance Centre (IFC) yang berlokasi tidak jauh dari Pelabuhan Central. Kompleks IFC terdiri dari perkantoran, Hotel Four Season dan pusat perbelanjaan, yang terdiri dari 2 tower yaitu 1IFC dan 2IFC. Tower 2IFC yang selesai dibangun pada tahun 2003 menjadi bangunan tertinggi ke-2 di Hong Kong. IFC Mall  juga menjadi lokasi salah satu Apple Store Hong Kong, yang selalu terlihat ramai.

Di depan IFC Mall terdapat taman terbuka yang sangat ramai. Lokasi ini kami manfaatkan untuk menikmati makanan. Yang membuat saya terkejut saat berada di taman ini adalah karena kebanyakan orang yang kami temui di sini merupakan para pekerja asal Filipina. Hal ini saya ketahui setelah melihat wajah dan mendengar percakapan mereka. Ternyata daerah Central memang menjadi tempat berkumpul pekerja Filipina, berbeda dengan pekerja Indonesia yang menjadikan Causeway Bay sebagai tempat berkumpul.


HKOW dan gedung 2IFC

Ramainya Apple Store IFC Mall

Western Market

Dari IFC Mall kami menuju Western Market menggunakan Ding-Ding Tram. 
Western Market merupakan salah satu bangunan tertua yang terletak di 323 Des Voeux Road Central, Sheung Wan, Hong Kong. Keunikan bangunan ini ada pada dinding bangunan yang berwarna merah dan bentuk bangunan bergaya Edwardian. 
Western Market masih berfungsi hingga saat ini. Kebanyakan toko-toko yang berada di sana menjual kerajinan, kain, dan restoran dengan harga yang cukup eksklusif  ^_^

Western Market



Di daerah Central banyak tempat yang bisa dikunjungi dengan berjalan kaki karena jaraknya yang tidak terlalu  jauh. Misalnya saja dari Western Market kami berjalan ke Hollywood Road dan melihat toko-toko yang menjual barang antik. Tidak jauh dari situ juga ada Man Mo Temple yang selalu ramai dikunjungi oleh turis.

Berjalan tanpa tujuan di daerah  ini terasa menyenangkan karena banyak yang bisa dilihat, salah satunya kehidupan warga lokal di balik gedung-gedung modern yang memenuhi area ini. Tapi satu hal yang harus dipersiapkan bila ingin berjalan kaki di sini yaitu stamina, karena seperti kebanyakan wilayah di Hong Kong, daerah Central merupakan wilayah perbukitan sehingga kita akan menemui banyak jalan mendaki ataupun berupa tangga.



Salah satu tangga di daerah Central

Bisa menemukan banyak pohon seperti ini
Salah satu sudut Central


Pasar di daerah Central
Mid Level Escalator

Perjalanan kami sampai juga ke Mid-level Escalator, salah satu tujuan wisata di daerah Central ini. Mid-level escalator merupakan escalator luar ruangan terpanjang di dunia dengan total panjang 800m dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menjelajahinya dari awal di daerah Central hingga berakhir di daerah Western District.

Walaupun dikatakan sebagai yang terpanjang tetapi escalator ini sebenarnya terdiri dari 20 rangkaian escalator dengan 14 pintu masuk dan keluar, sehingga kita bisa masuk atau keluar dari rangkaian escalator ini sesuai dengan tujuan kita.


Escalator ini hanya berjalan satu arah karena memang hanya ada 1 jalur, sehingga bila ingin menggunakannya kita harus tahu jadwal operasional sesuai dengan tujuan. Escalator akan beroperasi menurun dari Western District menuju ke Central dari pukul 6 pagi hingga 10 siang. Sementara untuk arah naik dari Central menuju ke Western District dari pukul 10 siang hingga tengah malamyang berlaku setiap hari.

Bila ingin ke arah yang berbeda dengan operasional escalator tidak perlu khawatir karena di sampingnya ada jalur pejalan kaki yang bisa digunakan.
  

Salah satu escalator yang berada di Central

Wajib berdiri di kanan, jalur kiri untuk yang buru-buru

Mid Level Escalator dilihat dari atas

The Peak
 
Tujuan utama hari ini dan menjadi tujuan wisata terakhir di Hong Kong adalah The Peak. Niatnya mau menuju The Peak dengan menggunakan Peak Tram, bahkan kami sudah sampai di The Peak Tram Terminus, tetapi apa daya ternyata sedang tidak beroperasi (sepertinya karena cuaca yang berkabut -_-). Akhirnya kami pun menggunakan bus untuk menuju The Peak. Untuk bisa mencapai The Peak kita bisa menggunakan berbagai alternatif, yaitu menggunakan Peak Tram, bus, taksi, atau berjalan kaki.


The Peak Tram Terminus


Jarak pandang sangat terbatas

Victoria Peak atau yang lebih dikenal dengan nama The Peak merupakan gunung tertinggi yang berada di Pulau Hong Kong. Dengan ketinggian mencapai 552m, lokasi ini menawarkan pemandangan terbaik kota Hong Kong dan semenanjung Kowloon. Maka tidak heran bila setiap tahunnya dikunjungi hingga 7 juta pengunjung
Keindahan pemandangan dan udara yang sejuk di sini menjadi alasan pembangunan permukiman elit di Hong Kong di wilayah ini. Hal inilah yang menjadi alasan awal dimulainya pembangunan di daerah Victoria Peak.

Untuk bisa menikmati pemandangan dari The Peak, ada 2 alternatif lokasi yang bisa kita kunjungi yaitu di The Peak Tower dan The Peak Galleria. The Peak Tower menawarkan pemandangan 360 derajat dari lokasi tertinggi di sini, sedangkan The Peak Galleria menawarkan lokasi gratis untuk menikmati pemandangan. Tetapi secara keseluruhan pemandangan dari 2 lokasi ini tidak akan jauh berbeda, sehingga kami pun memanfaatkan lokasi yang gratis saja ^_^.

Selain untuk menikmati pemandangan, kita juga bisa mengunjungi Museum Madam Tussauds yang berada di The Peak Tower serta berbagai restoran dan toko suvenir di The Peak Tower dan The Peak Galleria.
 
Kami sengaja ke The Peak sore hari karena ingin melihat suasana saat malam hari Hong Kong dari sini. Sayangnya cuaca sedang berkabut sehingga pemandangan tidak begitu jelas. Tetapi saat malam menjelang dan lampu-lampu mulai dinyalakan, keindahan kota Hong Kong tetap terlihat.
 

Background : The Peak Tower
Gedung - gedung tertutup kabut

Tetap terlihat indah walau berkabut


Malam terakhir di Hong Kong kami habiskan dengan menikmati suasana di Victoria Harbour. Melihat pemandangan di sini membuat saya merasa berat untuk meninggalkan kota ini. Masih banyak tempat yang belum sempat dijelajahi, membuat saya bertekad untuk bisa kembali lagi ke sini ^_^



Kapal Jukung melintas di Victoria Harbour

Pulau Hong Kong dilihat dari Kowloon

Pemandangan malam terakhir di Hong Kong

(melihat foto-foto ini membuat jadi kangen sama Hong Kong....)